Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

Mendidik Islami Ala Luqman Al-Hakim

jabat-tanganDan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar ….. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan  dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Luqman: 13-19)

Rabu, 20 Oktober 2010

Pemerhati: Bangun Karakter Bangsa dari Keluarga Sakinah

Dalam ranah keluarga, peran ayah dan ibu sangatlah penting dalam memberikan pendidikan karakter dan moral pada anak-anaknya.

Hidayatullah.com--Sedikitnya 9.060 warga Jakarta yang mengidap penyakit kelamin yang ditularkan dari hubungan seksual, mengundang keprihatinan banyak kalangan. Fenomena krusial ini berawal dari pendidikan karakter dalam keluarga yang tidak terbangun dengan baik.

Peran keluarga sangat penting untuk memastikan keterpenuhan kebutuhan anak pada pembinaan yang berkelanjutan. Dalam lingkup ini, peran lembaga negara juga dinilai tidak sedikit.

"Setidaknya ada 2 pemeran penting dalam proses ini, yaitu lembaga dan keluarga," kata Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Depag Najib Anwar saat berbincang dengan Hidayatullah.com, Rabu (20/10).

Najib menjelaskan, peran lembaga negara dalam hal ini adalah berusaha memajukan keluarga sebagai pilar kelangsungan memberdayakan dan membangun karakter bangsa.

Sedangkan dalam ranah keluarga, peran ayah dan ibu sangatlah penting dalam memberikan pendidikan karakter dan moral pada anak-anaknya.

Selain itu, Najib juga prihatin dengan semakin merebaknya peredaran berbagai macam video porno yang tidak sedikit diperankan usia anak-anak atau remaja.

Najib menilai, masalah-masalah pergaulan bebas tersebut terjadi karena banyak faktor. Dari beberapa sebab, Najib menyebutkan 2 faktor yang paling sering  muncul, adalah masalah moral dan desakan ekonomi.

Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI selama ini, urai Najib, telah melakukan berbagai upaya penanggulangan untuk menangani alpa moral ini, termasuk memberikan pendidikan dan pembekalan pada keluarga dalam melakukan pembinaan karakter.

"Kemenang melalui Kasubdit ini (Keluarga Sakinah, red) rutin melakukan sosialisasi pentingnya membangun keluarga sakinah," kata Najib.

Saat ini kata Najib sudah lebih dari 10 ribu penyuluh agama disebar oleh Kemenag di 33 provinsi di Indonesia untuk menyukseskan program ini. 

Kasubdit di Kemenag yang baru dirintis pada tahun 2004 ini, jelas Najib, adalah dalam upaya melanjutkan program yang telah dicanangkan dari awal oleh Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada tahun 1999, yang mencetuskan Gerakan Nasional Keluarga Sakinah.

Najib berharap, untuk keberlanjutan program keluarga sakinah ini, maka setidaknya masyarakat harus memahami bahwa ada 3 elemen penting yang mesti dimengerti dan diterapkan dalam upaya membangun keluarga sakinah. Ketiga elemen itu, penerapan pendidikan agama dalam keluarga, dalam masyarakat, dan vitalisasi pendidikan agama pada pendidikan formal.

"Tidak kalah penting juga adalah memberikan pendidikan pranikah. Ini adalah fungsi dari Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pelayanan Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4)," tandas Najib. [ain/www.hidayatullah.com]

Selasa, 12 Oktober 2010

Delapan Kunci “Menjaga” Anak

Selain delapan “kunci”, hendaknya para orangtua tampil menjadi teladan bagi buah hatinya

Hidayatullah.com--Anak merupakan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena amanah, maka kelak Dia akan meminta pertanggungjawaban kepada kita atas amanah tersebut.

Jika anak-anak tumbuh menjadi shalih dan shalihah, tentu akan membawa keuntungan dunia dan akhirat bagi orangtuanya. Sebaliknya, jika orangtua lalai dalam mengajar dan mendidik, keberadaannya akan membawa bencana dunia dan akhirat.

Bukan satu dua kali kita dikejutkan dengan pemberitaan akibat ulah anak-anak kita. Seorang siswa yang sopan, tiba-tiba bisa bunuh diri. Seorang mahasiswa yang ketika di rumah kalem, tiba-tiba bisa menjadi perampok bahkan memperkosa atau membunuh teman dekatnya. Yang tak kalah mengejutkan, berita terbaru dari Jawa Timur, seorang gadis belia, sudah mampu menjadi bos mucikari dan agen pelacuran. Sungguh mengagetkan.

Ada apa yang salah dengan kita, para orangtua? Bukankah kita semua ini, adalah para sarjana dan orang-orang terdidik?

Akidah yang Benar


Sesungguhnya, agama kita (Islam) telah menetapkan banyak hal, termasuk masalah pendidikan pada anak. Ini hal yang sangat penting. Jika anak-anak memiliki akidah yang benar, maka itu lahan subur bagi tumbuhnya kebaikan-kebaikan. Tidak ada kebaikan pada diri anak yang akidahnya melenceng.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak, aku akan ajarkan padamu beberapa kalimat: Jagalah Allah pasti engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika seluruh umat berkumpul untuk menolongmu, mereka tidak bisa menolongmu dengan sesuatu kecuali atas hal yang telah Allah takdirkan. Ketahuilah bahwa jika seluruh umat berkumpul untuk mencelakaimu, mereka tidak bisa mencelakaimu dengan sesuatu kecuali atas yang telah Allah takdirkan, pena-pena telah diangkat dan catatan-catatan telah kering.” (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi)

Memohon Pahala


Rasulullah bersabda, “Jika seseorang menafkahkan hartanya kepada keluarganya dengan mengharap pahala, maka baginya adalah pahala sedekah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Mas’ud)

Diingatkan Shalat

Shalat merupakan kewajiban paling utama seorang hamba terhadap Allah. Rasulullah menegaskan, “Perintahkan anakmu untuk shalat saat usia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika meninggalkan shalat) saat usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Baihaqi, dan lain-lain)

Menuntun Berakhlak Baik dan Memperbaiki Kesalahan

Umar bin Abu Salamah Radhiyallahu ‘anhu saat masih kecil dalam asuhan Rasulullah, tangannya ke sana ke mari di atas makanan. Dia bersabda, “Wahai anak, bacalah ‘Bismillah’, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat darimu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abu Salamah)

Memisahkan Tempat Tidur

Memasuki usia sepuluh tahun, pisahkanlah tempat tidurnya. Anak-anak pada usia ini sudah terhitung dewasa dan mendekati masa baligh (puber), gairahnya mulai muncul. Maka memisahkan tidur mereka akan mencegah petaka yang tidak diinginkan. Rasulullah bersabda, “…pisahkanlah tempat tidur mereka.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim, Baihaqi, dan lain-lain)

Berlaku Adil

Tidak bijak bila membeda-bedakan anak dalam berinteraksi dan menafkahi. Perlakuan pilih kasih kerap membawa permusuhan di antara saudara. Hal itu merupakan bentuk kezhaliman terhadap anak.

Rasulullah bersabda, ”Aku tidak akan bersaksi atas suatu kejahatan, takutlah kamu kepada Allah dan berbuat adillah kepada anak-anakmu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Nu’man bin Basyir)

Lemah Lembut, Bermain, dan Mencium

Rasulullah tidak segan mengajak anak-anak untuk bermain, berlaku lemah lembut, serta mendekati dan mencium mereka. Simaklah bagaimana cara Rasulullah memanggil mereka, “Wahai anakku.”

Tegas Saat Diperlukan

Anak yang tidak pernah mendapat hukuman (saat diperlukan) akan mempunyai tabiat yang kurang bagus. Hendaklah orangtua bisa menunjukkan kepada anak-anak dan keluarganya bahwa dia adalah orang yang tegas dan keras saat kondisi mengharuskan itu.

Rasulullah pernah bersabda, “…pukullah mereka (jika meninggalkan shalat) saat usia sepuluh tahun.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).

Juga, “Gantunglah cambuk di tempat yang bisa dilihat oleh anggota keluargamu, karena hal itu akan menjadi sebuah pelajaran.” (Riwayat Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad)

Selain yang terurai di atas, hendaknya para orangtua tampil menjadi teladan bagi buah hatinya, lalu mengajari ilmu yang membawa kemanfaatan dunia dan akhirat, serta tidak mendoakan yang buruk kepada mereka (anak-anak). [Ali Athwa, berbagai sumber/hidayatullah.com]